Senin, 08 Oktober 2018

Kisah Palu - Donggala

Palu ini adalah kisah mu,
Donggala oh... donggala,
Kamu bukanlah Dagelan,
Maka tak pantas jadi candaan.

Saat itu kamu masih seperti biasa,
Pergi pagi pulang malam,
Kamu bahkan tak mendapat sinyal,
Bisa saja kamu hanya iba pada kisah lombok, tanpa berpikir akan terjadi padamu.
Namun,
Apa ?
Apa yang akan kamu katakan, ketika seketika semua itu terjadi?
Lari, teriak, Jerit ketakutan...
Hanya itu yang terdengar.
Saat sadar semua sudah terlambat,
Luluh lantah...
Yang satu kehilangan Ibunya,
Ada pula yang tak melihat ayahnya,
Saudara, sahabat bahkan kampungmu hilang, lenyap ditelan alam.

Apa, apa yang akan kamu katakan?
kamu tak mampu berkata,
Namun musibah ini menjadi kisah, Akhir -Nya.

051018
Kisah Palu - Mita

Cuplikan nya

Kekasih Halal

Saat seseorang memutuskan menikah, mereka tidak tahu akan seperti apa Pernikahan mereka nantinya.

Apakah Kekasih Halal mu, tetap menjadi orang sama seperti sebelum kamu menerimanya sebagai Pedamping Hidupmu?
Atau dia akan berubah?
Menjadi lebih baik atau malah sebaliknya?
Namun satu hal yang pasti, saat hidup baru terbina maka semua hal baru pun akan kita dapati.
Terlepas dari semua itu, bersyukur Alloh pilihkan Kamu menjadi Imamku.
Kamu bukan saja sebagai kepala keleurga, namun juga mampu menjadi patner dan sahabat yang baik.

Contohnya saja kemarin, saat kesibukan menyapa tetap kamu mampu menginbanginya, bermain dengan anak tercinta meski mata sudah meminta jatah untuk tidur, kamu bahkan mengizinkan dan mendampingi istrimu saat disibutkan dengan kegiatan kemanusiaan.
Hari ini kamu membuat hatiku tersentuh, saat istrimu selesai membuat sarapan, kamu membuatku kagum, karena telah dengan cucian yang numpuk.
Ini bukan soal suami yang membantu perjerjaan istri,,tapi ini mengenai rasa, rasa kepercayaan yang mendalam, saling mendukung serta saling memotivasi satu sama lain.

Suami membantu meringakan perkerjaan istri dirumah, bukan berarti ia takut dengan istrinya, melainkan lebih karena sebagai bentuk atau sekedar ungkapan rasa sayangnya.
Jadi berbahagialah bagi mu,Kekasih Halal yang mengikuti Rosululloh sabagai teladannya, karena itupula yang dicontohkan Rosululloh meluangkan waktu untuk sekedar membantu perkerjaan Rumah Tangga.


Terima kasi
Mencintaimu, suamiku karena Nya...

Jumat, 23 Desember 2016

Azzahra sholehah berkisah....

Kisah ini bercerita tentang perasaan,hehehe... Yang tentunya suatu perasaan yang pasti dirasakan oleh semua orang tua yang mendampingi tumbuh kembang buah hatinya.
Satu kisah yang juga akan menjadi jawaban dari semua pertanyaan yang sempat ditanyakan dan bahkan mungkin akan menjadi diskusi yang menarik.
Dan tak bisa dipungkiri, lagi-lagi ini menjadi bukti dari Kebesaran Yang Maha Kuasa, Pencipta alam semesta beserta isinya.
Allohu'Akbar.

Hari yang dinanti tiba, gadis sholehah nan cantik ini berhasil mengalahkan ketakutan nya,  melangkah kaki mungil dengan penuh kebahagiaan. Sempat pernah terjatuh dan membuatnya menangis, bibir terluka, kepala kejedot, sempat mengalami trauma namun hari ini Ia berhasil berjalan menyusuri setiap sudut rumah.
Berawal dari pintu kamar yang dibuka, tanpa membuang waktu ia lantas melangkahkan kakinya berjalan dari kamar menuju ruang keluarga.
Allohu'Akbar.
Subhanalloh, haru, bahagia menjadi tranding topik keluarga.

Tak mengapa, mungkin diantara pembaca ada yang sedang mengerenyitkan dahi atau berlebay2kah diriku sebagai orang. Barang kali juga remaja sekarang ini mengatakan alay. Entahlah?
Bukan itu yang kan menjadi bahasan.

"Mengapa kisah anak yang mampu berjalan,  menjadi jawaban?"

Ini yang jadi bahasan menarik.

Azzahra anak sholehah mendapatkan Imunisasi pertamanya berupa madu murni, baru kemudian kurma yang sudah dilunakkan. Kami selaku ortunya sepakat untuk tidak mengikuti anak kami pada program Imunisasi yang sudah dicanangkan oleh P..........
Banyak sekali alasan yang mendasari keputusan kami ini, alhamdulillah keluarga mendukung.

Sebagai muslim, kita barangkali sudah mengenal dan sedikit banyak mengetahui mengenai cara Rosulullah yang mengunyah kurma hingga lunak dan menempelkan kelangit-langit sang bayi mungil yang baru lahir.

Hari itu Selasa, pukul 18.10 Win tanggal 20 Des 2016 Azzahra sholehah melangkahkan kaki dari kamar menuju dapur seorang diri. Usianya 11 bulan,  bulan januari 2017 insya Alloh Ia berusia 1tahun. Dari usia 8 bulan cantik memang sudah memperlihatkan keinginannya untuk berjalan, karena dia sudah bisa berdiri dan memberanikan memegang kursi atau apapun yang bisa menompang dirinya untuk berjalan smpai usianya masuk 9 bulan lebih pun demikian, namun saat usia 10 bulan ia pernah terjatuh saat mencoba berjalan di kasur auntynya. Ya mungkin karena semangat ia ingin cepat bisa berjalan sendiri, Azzahra pun terlepas dari pegangan dan jatuh hingga membuat bibirnya terluka. Peristiwa itupun ternyata membuat Azzahra ku sayang sedikit trauma hingga tiap kali ia mencoba berdiri kembali dan melangkah kaki,ia akan banyak berhenti agar tidak terjatuh. Nah,  disini peran orang tua dan keluarga sangat penting. Kita harus mampu membangun kembali keberanian dan meningkatkan rasa kepercayaan dirinya kembali, memotivasi anak dengan mengajaknya bermain, kita berlari-lari kecil disekitarnya, mengajaknya ke tempat ramai dimana disana anak kita bisa melihat ada anak - anak sebayanya juga yang sudah bisa berjalan dan berlari, itu semua bisa memotivasi minat anak kembali.
Alhamdulillah wasyukurillah, Alloh memang senang dengan orang yang berkerja Keras, buktinya upaya Azzahra, ikhtiar dan doa kami semua diijabah Nya, alhamdulillah Azzahra sholehah pun kembali bersemangat berjalan dan jalannya pun semakin membaik. Belum lagi saat berjalan, sesekali ia mencoba untuk berjalan lebih cepat seolah ingin berlari.
Ya, tentu disini dituntut kesabaran dan keikhlasan dari yang menemani, entah itu ortu nya ataupun baby sisternya  (Alhamdulillah Azzahra didampingin oleh ortu dan keluarganya).  Karena azzahranya sudah mulai suka langsung jalan aja lihat pintu terbuka, maka kewaspadaan harus lebih ditingkatkan lagi,hehehe... Yang menemaninnya harus ekstra siap ya.
Ohya sedikit informasi juga ya, Azzahra kebetulan tidak menggunakan  Babby walky (roda untuk membantunya berjalan), bukan apa - apa ruangan dirumah ini tidak cukup luas untuk memberikan ruang roda tersebut berjalan, namun hikmahnya kami bisa melihat tumbuh kembangkan secara alamiah, Aamiin.


So, semoga tulisan ini bisa jadi jawaban bagi yang suka bertanya dan menyatakan  kepada saya tentang Imunisasi.
"Nanti kalau gak di Imunisasi polio, anaknya jadi gak bisa / sulit berjalan?"
"kasihan kalau gak di Imunisasi,  nanti daya tahan tubuhnya melemah,  sakit-sakitan aja."
"Kalau di Imunisasi, membantu mencegah infeksi rabies..."
Dll...


Saya percaya setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuknya, dan ingin anaknya tidak mengalami apa - apa dimasa depannya. Bahkan saat tulisan ini diterbipun nantinya akan tetap ada yang bertanya dan menyatakan apa dan apa?
Ya, tidak mengapa karena setiap orang memiliki pandangan masing-masing dengan cara berpikir yang berbeda.
Saya hanya berharap tulisan ini bisa membantu para ortu khususnya,untuk bisa lebih bijak lagi dalam mengikuti perkembangan nya zaman. Ya, zaman memang semakin maju, jenis penyakitnya bertambah banyak, namun kembali lagi bahwa sebaik - baiknya ilmu pengetahuan ada dalam Al Qur'an dan hadist, semua yang sudah Rosulullah contohkan, InsyaAlloh baik untuk umat Nya, Aamiin.

Percayakan saja pada Nya, tanpa tapi.


Kamis, 08 Desember 2016

Punggung yang ditunggangi

Sudah lama tidak menulis diblog, sangking lamanya sampai - sampai banyak sarang laba-laba didalamnya (edisi lebay....heheeh)

Perangkat telepon celuler pun jadi media untuk menuliskan satu cerita dari sekian banyak cerita yang ingin disampaikan.

Azzahra sholehah semakin memperlihatkan kecerdasannya, setelah kain lap pel yang jadi medianya agar ia bisa main air dikamar mandi. Sekarang satu bola plastick jadi media untuk kecerdasannya, Subhanalloh. 

Saat sedang main dikarpet kamar, tanpa sengaja ia melemparkan belanja terlalu jauh, alhasil boleh tersebut memantul dan masuk ke bawah ranjang, melihat itu terjadi aku membantunya untuk mengambilkan bola tersebut.  
"Yipiiii, dapat dan aku lap dengan tissue basah kemudian diberikan lagi pada ch cantik."

Ehh tak dinyana Azzahra melemparkan bola itu lagi ke bawah kolong kasur, dan kali ini dengan sengaja ia lakukan. Sambil menatapku, ia tersenyum dan berceloteh seolah memintaku untuk kembali mengambilnya. Tentu akupun  kembali mengambil bola tersebut dengan posisi yang sama saat pertama aku mengambil bola. Yang berbeda kali ini ketika ku telingkup, sholehah Azzahra langsung dengan gesit naik ke punggung sambil memegang pundakku.
"Anak Pandai, ternyata ia ingin mengajak ku main." 

Ia tertawa bahagia saat ku menggendonya dipunggungku.


Suka takjub dengan kecerdasan bayi,balikan,batita dan bocah2 Yang Alloh anugerahin kepandaian luar biasa.
Alhamdulillah,  Allohu'Akbar. 
🙏

Sabtu, 05 Desember 2015

Pacaran Mengundang Laknat Alloh

Kalau hari ini Sahabat Putus Cinta, maka bukan Patah Hati, artinya Sahabat telah berusaha Menjaga Hati.
Kalau hari ini Sahabat tidak bangga dengan status pacaran, maka artinya sahabat sedang melangkahkan kaki menuju perbaikan diri. Menikahlah maka Pacaran dengan Pasangan Halalpun akan mengundang Pahala.
Kalau disetiap Sabtu malam, disebut2 sebagai Malam Minggu Malam yg Asyik untuk Kencan sama yg bukan Mahromnya, dan Sahabat memilih untuk tidak mengikuti kegiatan serupa demikian. Maka bersyukurlah, karena Sahabat berusaha menjaga diri dari perbuatan yg dapat mengundang Laknat Alloh SWT.

Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya’,” (QS an-Nur: 30-31).

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk,” (QS Al-Israa': 32).

Sabtu, 31 Oktober 2015

Celoteh Anak Negeri

Dibawah langit, beralaskan tanah....
Disnilah kita berjalan,
dengan tugas yang sama,
Ibadah menjadi utama.

Bukan gusur sini, rampok sana,
bukan pula rebut yang ini, rampas yang bukan menjadi haknya.

Rendah hati jadi obat,
biar kalau mati enda sampai nyusahin orang,
jangan juga sampai jadi fitnah,
kasihan juga udah dikubur tapi tetap masih jadi omongan.
Banyak, banyak istigfhar,
Ummat Akhir Zaman,
sudah pasti dunia fana tidak kekal,
dikasih kemarau saja pada banyak yang menggila,
apalagi kalau jadi sumbu bakar di neraka jahanam.

Alam Semesta kan Punya-Nya,
Ngapain juga Sok Kaya,
Nanti Alloh ambil nangis sejadi - jadinya.

Hidup kan kudu ikhlas,
ikhlasnya ditemeni sama sabar,
kalau dua - duanya udah jadi pegangan,
nasib gak bakal jadi kondisi buat kita berulah,
mending enggak ngerugiin orang lain,
nah ini berdalih terjepit kondisi, terhimpit ekonomi,
jujur sama adil jadi cuman khiasan dbibir, dech!!!

Rabu, 13 Mei 2015

“Sumber Kekuatan”

Kota itu dianggap hilang,

Kala insan tak bermukim.

Rumah itu menjadi kosong,

Saat tak ada raga yang menghuni,

kemudian hati akan kian suram,

Bila tak mengenal Al-Qur’an. 



Manusia seolah begitu terpuruk, saat kehilangan dunia

Sementara apa yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita.

Menjadi kalaf saat kesusahan datang,

Menjadi khilaf saat dihampiri kesenangan.


Memang benar, manusia menjadi pemeran dalam panggung sandiwara.

Namun tak menjadi benar saat kebaikan dijadikan guyonan semata.

Dalam lemahnya keyakinan, maka prasangka buruk akan sering mencuat.

Menghadirkan keyakinan kuat pada-Nya adalah sumber dari segala "Kekuatan"


Serakah adalah penyakit,

Namun sholat adalah pengobat hati yang sempit.

Bersikap pesimis adalah tanda pemikiran yang sempit,

Sementara jiwa yang lapang adalah tanda keoptimisan diri.

Berjuang tak pelulah beramai-ramai,

Karena belum tentu banyak orang sepaham.

Meski awal terasa sulit, tak mengapa selama kecintaan pada-Nya adalah "Sumber Kekuatan"

Kala hati sudah terasa hanya Alloh-lah Pemiliknya,

Tiada rasa takut saat kehilangan apa yang dimiliki di dunia.




Jumat, 01 Mei 2015

Mita ^_^

Jumat, 08 Mei 2015

Korban Kebijakan itu

"Korban Kebijaksanaa itu, disaat mestinya ia duduk dikursi depan, ia malah harus rela duduk dikursi paling belakang karena alasan tak jelas dan aturan tak transparan."


Ahh!! Dia, langsung katakan. "Aku tak tak mau ada disini."
Wajar saja, karena ia pun menyadari kursinya.
Ahhh!!! Aku tidak mau dapet ini? Keluhnya.
Ya terang saja, dia punya hak untuk mengeluarkan suara.

Tapi, bagaimana ?
Ia hanya bisa mengeluarkan suara.
"Akhhh!!!"
Entahlah, karena suaranya pun tak didengar.

Terus, bagaimana ?
Biar saja, menjadi korban bisa dijadikan hikmah.
Tohhh, bukan kita yang tidak transparan.
Aturannya saja yang tidak jelas,
seolah menyengaja disamarkan.
Akhirnya terntangkap sudah,
maksud nyatanya,
berdalih kompetisi,
ternyata hanya sebagai reaksi pengumpul masa dalam mencari rezeki.
Kalau sudah begini, "Siapa yang harus disalahkan?"
Ahhh!!! Paling korban harus terima hasil yang tak sepantasnya.
Penonton terbius, juri mengacungkan jempol,
namun satu pernyataan merubah mimpi seorang dara.

Gemuruh jiwa yang tergelitik

Bukan anak kemarin sore,
bukan juga baru pertama kali,
ini sudah sering terjadi,
dan lagi - lagi tidak ada yang belajar.

Akhhh!!! Ada yang pengertian,
Ahhh!!! yang lain berkata, beliau kan orang baik,
Bukan itu saja, pemaaf pula.

Hellooo, marah enggak perlu pake kata - kata,
enggak perlu juga dong nunggu ditegur.

Hei, kita kan sudah besar,
jangan kayak anak kecil,
tapi bicara soal kepeduliaan,
masih lebih baik anak TK yang membela temannya ketika dilukai.

Hai, itu kunci pembuka tergeletak di meja kita.
Lah, kenapa seperti acuh dan tidak mau tahu?

Ahhh!! itu kan bukan urursan saya?
Yang benar saja kan sudah dapat info mengenai perubahan yang ada.

"Maaf saya lupa?"
Alahhh, lupa apa kebiasaan?

"Lah, saya kan sudah titp dan bertukar dengan teman?"
Lah, kan semua sudah jelas.
Terpanpang nyata, kamu sudah tahu pula sifat masing - masing.
"Piye Tohhh, nitip kok sama yang lagi liburan?"
"Bergurau saja kamu nihhh."

Janganlah dibiasakan,
jangan memanjakan begitu,
mengandalakan boleh,
tapi tengoklah dulu siapa yang diandalkan.

Tak ditegur, bukan berarti dibiarkan.
Kita kan sudah dewasa,
secara usia demikian,
tapi tahulah malu sedikit.

Meminta untuk urursan pribadi, dipenuhi.
Lah, memenuhi tugas sendiri kok begitu sulit.




"Maaf, saya sedih melihat kenyaatan ini." :(

Selasa, 05 Mei 2015

Ahhh!!!



Akhhh!!!
Apa kabarnya hari ini ?
Hari dimana masih dinikmati matahari yang bersinar dari ufuk timur,
Ia kemudian tenggelam disebelah barat ?
Haiii, apakabarnya tanah yang sedang dipijaki ini ?
Dan, saya masih merasakan cucuran air mata Ibu Pertiwi.
Sementara bumi terus berputar dan waktu pun bergulir, “entah kapan ia berhenti?”

Akhhhh!!! Aku hanya sedang bertanya kabar untuk para insan yang masih belum peka?
Ahhhhh!!! Masih banyak kudapati rengekan anak manja.
Ahhhh!!! Padahal enggan ku berkata Ahhh!
Ahhh!! Ku katakan saja dengan lantang,
Ahhh!!! Membunuh kejam pemikiran pesimistis yang membuat jiwa menjadi malas.
Akhh! Akhiri saja kebodohan diperbudak oleh belenggu ketidakpercayaan diri.

Kita kan punya TUHAN, Dia Pemilik Alam Semesta ini ?
Ahhhh!!! Aku jadi tak takut kehilangan apapun, karena aku punya Tuhan.
Ahhh! Biarkan saja para pencundang meratipi kehilangan duniawinya,
Sementara kita masih bisa berjalan dengan rasa hormat akan kejujuran, sikap amanah dan keyakinan pada Yang Maha Kuasa.
Ahhh! Biarkan saja para petinggi tertawa dengan perut besar bergoyang,
Kita kan disambut senyum para malaikat dalam sujud tahajud.
Ahh! Tak usah dipusingkan celotehan orang yang meremehkan kita,
Kita kan berjuang dalam jalan yang diridhoi-Nya.

Ahh! Sudahlah jangan didengarkan celoteh manusia berhati kerdil seolah mengerdilkan pemikiran kita. Padahal hati yang berporos pada Alloh memiliki kelapangan hati yang luar biasa.
Ahh! Ngapain pula kamu menangisi manusia yang lebih happy dalam maksiat,
Lebih baik hilang teman seribu yang tak sejalan daripada kehilangan Alloh.

Ahh!! Tak usah risau, bumi ini kan milik Alloh ?
Selalu ada tempat bagi para penikmat perintah-Nya,
Meski dikucilkan oleh seisi dunia karena takut pada-Nya,
Maka selalu ada tempat bagimu dimanapun kamu inginkan.
So, berjuanglah tanpa terbebani oleh perasaan ingin dipandang oleh manusia. Ingatlah Pandangan Alloh jauh lebih menyejukkan jiwa.
Jumat, 01 Mei 2015.

Kamis, 19 Februari 2015

Aku dan Kamu

Kosong,
Terkadang ruangan kosong itu menakutkan,
" Bagaimana kita tahu menakutkan, jika tidak mencoba untuk singgah didalamnya ? "

Ruangan iu berada disudut kanan, dekat sekali tangga saat menaiki rumah itu.
4 Lantai rumah itu, terasa begitu sunyi, banyak keresahan saat kaki mencoba melangkah menapaki setiap anak tangganya.

Hanya bermodalkan lampu tengah yang kian redup, berharap matahari segera menyapa,
Maaf bukan berarti tak menyukai kamu rembulan, namun saat ini matahari lebih ku rindukan,
matahari itu tandanya siang, sementara kamu menyiratkan malam yang kian mencekam.

Akhhh!!! Aku mulai masuk dalam cerita yang menyeramkan,
pikiran ku melayang, mulai mengarang cerita, mengingat peristiwa yang mengerikan,
saat itu yang terlepas kembali teringat,
pekikan, begitu melengking membuat kotoran telinga menari - nari,
bulu roma benyanyi sebagai pengiring mereka yang menari,
"Apalagi ini, merasa seram namun mencoba untuk menguatkan diri?"

Kamu, ya memang begitulah,
jadi apa yang akan kamu ceritakan tentang KOSONG... ?

KOSONG - Tak ada,
tanpa nama, tanpa cerita dan tanpa tanda adanya kisah,
terlalu KOSONG hingga tak tersisa untuk dijadikan pentujuk atau arah kemana MELANGKAH.

Rabu, 18 Februari 2015

Tanpa Judul

"Hujan demikian ramai, kamu bersama dengan hembusan angin mencoba menukik setiap rusukku." Aku tiada henti bergumam, sementara hujan saat itu begitu tidak ramah kepadaku. Hari mulai gelap, sudah terlalu lama nampaknya aku menunggu hujan. "Akh!!! Bodoh, mengapa kamu berkeluh kesah sedari tadi, hujan itu berkah kenikmatan tersendiri, bukan salah hujan aku sampai belum pulang, daripada bergumam terus mestinya sedari tadi aku sudah langkahkan kakiku menembus dinginnya hari."
Dengan rasa sesal karena keluh kesah diri, kuberlari menerjang angin nampaknya ini terlalu berlebihan tapi yang beginilah arti hidup bagi seseorang yang lebih sering membebani diri dengan perasaan, pemikiran dan ucapannya sendiri.
"Huff!! Lelah ku terbayar dengan jam pulang yang terlambat."
Pulang begitu telat membuat banyak pertanyaan dilontarkan padaku, namun rasa penat membuatku bungkam dan bersikap acuh. Aku lebih memilih untuk langsung masuk ke kamar dan menutup pintu rapat - rapat.

Malam itu terlewati dengan rasa lelah tanpa kebaikan yang dicatat sebagai amalan bagiku, ya itu membuatku harus berusaha melakukan dan mendapatkan kebaikan dihari selanjutnya sebagai hutang dari amalan sebelumnya yang tak bertambah.

......

Hai, namaku Juni, tapi enggak berarti aku lahir dibulan Juni loch ?!  Tahun 1990, tepat tanggal 09 jam 09 malam dibulan kesembilan aku lahir. Cantik ya tanggal lahirnya, tapi ini tidak mengada - ngada faktanya aku lahir di bulan September bukan di bulan Juni.

......

Tahun  2006 diusiaku 16 tahun, lulus SMA saat itu paling muda di Sekolahku yaa?! Hehehehe.....
Seperti halnya teman - teman, aku juga sudah memiliki perencanaan yang matang, melanjutkan kuliah dan mengejar cita - cita. Dengan mengikuti tes masuk ke Perguruan Tinggi itu merupakan nikmat tersendiri, bagaimana tidak begitu mendapatkan surat hasil tes yang menyatakan kelulusan kita, ada semburat pelangi menghias wajah, ya ini wajar karena menunjukkan rona bahagia, namun apa daya layaknya pelangi indah sekejap hilang dalam hitungan waktu yang tak pernah sempat kita hitung atau tanpa tahu sebelumnya bahwa pelangi itu akan hilang begitu saja. Tidak memiliki biaya menjadi alasan utama tak mampu melanjutkan pendidikan. Saat itu kesedihan benar - benar melanda hati, pikiran ku berkecamuk antara rasa adil yang tak diperoleh diri. Menjadi anak perempuan satu - satunya ternyata tak menjadikan aku mendapatkan hak istimewa, dua Kakakku bisa bersekolah dimanapun yang ia inginkan. Mungkin ini menjadi pertanyaan sendiri untuk pembaca, "Bagaimana mungkin memiliki kakak yang bisa bersekolah dimana pun yang ia inginkan, namun fakta mengatakan nasib yang sama tak berpihak pada adiknya ? "


..... Istirahat dulu, tunggu lanjutannya ......

Jumat, 16 Januari 2015

Saling mendoakan = saling menguatkan

Hanya perantara waktu antara kemarau dan menanti semi berujung hujan,
hanya karena masa telah terlewati bukan berarti ia lantas begitu saja berlalu.
Terkadang yang ingin dilupakan, malah begitu kuat menjadi kenangan,
namun yang berjalan beriringan waktu, itu malah terlupa dan terkadang tak membekas.

Seperti orang yang telah tiada,
dibalik kubur hanya pusaran yang mengingat namanya,
itu pun jika debu tak menutupinya, dan
hujan tak menyapunya.

Sebait doa seolah terasa ringan, namun upaya itu mampu menguatkan.
Ketahuilah, Doa mengantarkan pada kebaikan,
doa berisi keberkahan,
doa adalah spirit rohani, mampu memberi cahaya bagi jiwa yang padam, menguatkan hati yang terkoyak, menegarkan ruh yang sempat roboh.
Doa bagaikan bahasa kerinduan,
Mendoakan yang telah tiada, mengabarkan kebahagiaan bagi yang telah tiada.

Siapa yang tak memerlukan doa,
dari kaya maupun tak kaya semua bergantung pada doa,
doa pada Yang Maha Kuasa,
adalah persembahan dari hati yang tulus,
diungkapkan dengan penuh kebutuhan, menghamba, memohon dan meminta pada-Nya,
dengan doa kita akan semakin dekat dengan Sang Kholik, Alloh SWT.

Sahabat mari kita saling mendoakan.

Rabu, 14 Januari 2015

Rindu Bersatu, bersama. "Badai pasti Berlalu"

Huammmmm....
Rasa kantuk mendera, saat itu terdengar suara nguap dari sana sini.
Husss, jangan kau manjakan seperti itu ia nanti akan membuat mu terlena,
dan bagaiaman ini kamu jadi kian malas dibuatnya.

Huff!!! Bagaiamana dong, apa yang harus aku lakukan agar rasa kantuk yang mendera kawan tidak membuat mereka terlelap tidur.
Jangan dong, jangan dulu.
Ini kan bukan waktunya tidur,
bangunlah sekejap,
bangkitkan semangat yang pernah ada.

Ya Sudahlah, aku akan bercerita saja,
ini cerita tentang satu tempat bernama Pelangi,
karena tempat ini begitu bermakna dengan ragam warna layaknya Pelangi,
warna warni itu laksana perpaduan karakter penghuni didalamnya,
Yang senang tertawa tidak melihat tempat, yang bawaan nya slow mellow gak tahu mikiran apa, yang belum sukses dengan percintaannya, yang berjuang keras dengan segala tuntutan kebutuhan hidup, hadir pula yang galau dengan kehidupannya, ada juga yang tetap tegar meskipun sedang berduka, dan ada pula yang tetap tersenyum seolah tak terjadi apa - apa meski datang ke tempat ini belum sarapan.
Subhanalloh, dengan beragam karakter dalam Pelangi pastilah sudah banyak pelajaran yang bisa kita bagi dan ambil,
tentu dan seharusnya itu menjadikan kita lebih arif dan bijaksana baik dalam berpikir maupun bersikap.
Tapi sayang, warna warni itu saat ini sudah mulai meredup,
entahlah apa yang terjadi pada binar mata yang sebelumnya nampak begitu bercahaya,
Ohh mungkin karena himpitan dunia dengan segala persolan yang sedang mendera negeri ini?
"Ya, kita kan harus berlajar berempati dengan kehidupan sosial."
Tapi bagaimana ini, kalau kian redup warnanya maka pesona itu pun mulai menipis,
bukan hanya itu, "bukankah pelangi nampak indah dengan warna warninya?"
Nah, kalau warna warni mulai tak menyatu ia akan menghasilkan kontras dalam kegelapan.
Alih - alih indah, ia hanya akan menyilaukan dan membutakan arah dimana seharusnya kita tetap berada.
Mari coba diingat lagi "Apa Misi dan Visinya?"
Baik Pelangi itu kan hanya sekilas muncul saat, setelah hujan?
Tapi pikirkan baik - baik meski di waktu - waktu tertentu siapa yang tak ingat dan siapa yang tak bisa menggambarkan bagaiman keceriaan, kebahagiaan dan keindahan dari Pesona Pelangi.
Anak kecil saja mampu mengekspresikan dalam gambaran imajinasinya,
Locchh, "Mengapa kita tak mampu berlaku demikian?"

"Baik, baik saya mengerti tidak semua ska dengan pilihan warna dari pelangi ?"
Kalau begitu mengapa kita memilih pelangi ini dan bertahan sampai detik ini ?
"ya, itu karena ada kebutuhan yang harus dipenuhi?"
"Apakah hanya itu, hanya sedemikian saja?"
Saya rasa tidak, tanya kedalam diri masing - masing. Pelangi ini lebih dari sekedar tempat untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan saja. Pelangi ini sudah menjadi bagian cerita dalam hidup kita.

Menjadi perantara kita sampai ke masa ini,
menjadi salah satu bagian dari loncatan kehidupan,
menjadi temapt berbagi,
menjadi sandaran laksana kursi yang begitu nyaman bila diduduki.
Lihatlah Pelangi ini begitu bermakna,
"Apakah kita begitu teganya membiarkan ia memudar, redup perlahan lalu kemudian menghilang karena ulah dan egoan kita saja?"

Ingatlah masa - masa terbaik saat kita merasa tak baik,
Kenanglah masa - masa menyenangkan, disaat kita merasa dalam masa tak senang,
Ingatlah masa - masa nyaman disaat rasa penat menyapa kenyamanan kita.
Kenanglah semua itu untuk kembali membangkitkan gairah dalam menjalani semua ini.
Saat Pelukis Pelangi telah berbaik hati memberikan kita kesempatan untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, hobby dan pendidikan kita,
"Mengapa kita tidak dapat memberikan hal yang sama pada Pelukis Pelangi?"

Percayalah Alloh SWT Mahakuasa, Dia punya Kuasa dalam Kehidupan ini.
Yakinlah Alloh SWT akan memberikan hadiah buah dari kesabaran kita semua,
Tetaplah Istiqomah dalam persangkaan baik pada-Nya,
Setiap Masalah sudah sepaket dengan Solusinya,
Jika Musim hujan bisa berganti kemaru,
Percayalah badaipun pasti Berlalu,
karena itu tetaplah bersama - sama,
bersatu dalam visi dan misi semula dibangun,
berjalanlah beriringan untuk kebaikan kita bersama.

Jika Pelukisnya saja percaya dengan keindahan warna warni pelangi,
Mengapa kita tidak demikian.

"Kembalilah dan tersenyumlah terus dalam kondisi apapun, kawan."
Rindu Bersatu, bersama, berpacu untuk MAJU bersama, Meraih Berkah-Nya.

Jumat, 09 Januari 2015

Cubo Sajo

Awa' nih sudah dipinang,
bukan itu sajo pelaminan cantik tela awak rasa,
duduk cukup lamo di kusi empuk itu, sambut tamu yang hilir mudik.

Nian indah teraso,
Dak paca cepat terlupo,
membekas dalam ingatan,
menyatu dalam kalbu.

Kalaulah kito orang yakin Tuhan Mahapengasih,
Suda pasti rasa kasih sayang itu terasa nian sampai ke ubun - ubun.
Ini jadi lain ceritanyo kalau kito orang tak yakin pada-Nya,
Nak berusaha macem apapun, lelah sajo yang bakal diterimo.

Untuk itu tingkatkanlah kecintaan kito pada-Nya,
teruslah belayar cari ilmu-Nya sampai mano sajo yang membuat kito semakin dalem hanyut dalam kasih sayang-Nya.

Rabu, 31 Desember 2014

Kamu

Kamu menyapa tanpa kata,
tak terucap bahasa,
tidak menjadi kalimat yang nyata,
namun mata mengungkap semua.

Diam dalam keheningan,
tanpa suara,
hanya dengar dengan kuat,
nafasmu mendarat ditelinga, ini.

Tak perlu mendekat,
tak jua harus mengukir kukuh nama,
jika kita benar meyakini, pada takdir diri sudah tersirat nama siapa tambatan hati ini.

Tuhan, Engkau Mahatahu...
sudah pula tertulis dalam buku harian bagaimana nantinya kapal akan berlabuh pada dermaga penuh cinta.

Dan, Kamu adalah diantara nama yang tersirat tanpa penghapus dalam buku harian itu.

Terima kasih untuk hadirmu,
Alhamdulillah...
Ya Alloh, Engkau Pemberi Jawaban yang pasti.



Kenangan yang manis
31 Dec'14

Selasa, 23 Desember 2014

Hari itu "MINGGU"

20 Desember 2014

Bisa dibilang ini sudah memasuki bulan ke 2 pernikahan kami, namun ada yang berbeda di hari minggu itu.
Apa ini yang juga sering ia rasakan ?
Setidaknya inilah yang menjadi pertanyaan tidak biasa bagiku pribadi.

Untuk pertama kalinya, aku merasa waktu berjalan begitu lamban. Jarak menjadi satu hambatan, sebatas kota pun terasa begitu jauh untuk ku tapaki.
Akhh!!Mungkin ini hanya satu keluh dari sekian peluh yang tak sempat dirasa.
Ataukah aku mulai merasa itulah yang namanya kerinduan...?

Pertama bagiku tak bersama suami di hari itu.
Rasanya memang berbeda, ya mungkin karena aku telah terbiasa bersama ia pada sabtu dan minggu.
Namun juga jadi pertanyaan yang sama untuk ia, "Apakah ada yang ia rasa berbeda ?"
Tepat ditangan kanan hp putih ku yang mungil akan mencari tahu jawabannya ?
"Lochhh, tak ku temui satu pesan dari nya. Apa yang terjadi?" gumamku dalam hati.
Aku terbiasa menerima pesan - pesan manisnya dengan sebait doa yang ia kirimkan ke nomor ku.

"Rasa penasaran ini menggoda pikirku, namun aku terlalu jaim untuk mengirim pesan terlebih dahulu padanya." ini perang antara logika dan perasaan.

"Iichhh!! ada - ada saja, ia kan suami ku 'mengapa pula aku harus begitu jaim' ?"
Menjawab kembali dengan segala pertanyaanku, bagaimanapun itu memang sudah menjadi bagian dari idealisme ku. Bertahan dengan ke jaiman diri dan mencintai dengan cara sendiri. "Aku pikir itulah romatisme dalam diriku." aku berkelit membenarkan keegoanku.
"baiklah aku akan mengalah dengan rasa jaim ku, aku akan mengirim pesan bertanya tentang kabar nya?"
Lekas ku buka hp, ku baca baik - baik pesan yang sempat ia kirimkan padaku. Jelas , sebetulnya suamiku telah memberi kabar dan kegiatannya hari minggu.
Ya, memang hari itu ada kumpul keluarga besar, namun aku tak bisa bersamanya karena sedang tidak enak badan disamping memang saya sedang tinggal dirumah orang tua. Maka telah kami sepakati bersama, bahwa suamiku pergi sendiri.

Baiklah, sudah saya putuskan saya akan mengirimi ia pesan sebagai ungkapan kepedulian dan kekhawatiran saya. "akkhh!!ini hanya alibi untuk tetap menjaga kejaiman ku. heheheheh. "

Hp ku klik pada menu pesan, mulailah ku ketik pesan yang ku pikirkan akan begitu romantis. Klik ok - sand dech.
"Yaa salam, setelah ku baca kembali pesan yang telah kukirimkan, ini sungguh menggelikan. Menjadi terheran - heran sendiri, "lah kok kirim pesan begini sih."
Begitu malunya, ingin rasa menarik kembali itu pesan. "Semoga tidak dibaca, semoga begitu sibuknya jadi tak sempat membuka pesan." wahhh, begitu banyak doa untuk menenangkan hati ku sendiri.

Tidak lama kemudian, nada pesan di hp ku berbunyi. Lekas ku buka pesan yang ternyata dari suamiku, "Iya Ammie Cantik." demikian manis balasnya.
Padahal isi pesanku itu begitu konyol sekali, entah apa sebabnya aku hanya menuliskan kalimat " Oppa, jgn lupa mandi ya?" ini sms yang paling aneh yang pernah aku kirimkan. "Huff!!" mau apa lagi, satu kalimat itu adalah tanda perhatiaanku yang dibalut kejaimanku. Padahal tak perlu diingatkan juga, mandi sudah menjadi kebutuhan jasmaniah.... hahahah :D
"Maaf Oppa, aku tak ingin rasa ini meruntuhkan kejaiman ku." hehehehhe....

Sementara waktu terus berjalan tak bisa dihentikan dengan hypnotis sekali pun.
Diluar gemerincik hujan menerjam daun - daun pohon.
Iya, hujan kian deras datang beramai - ramai.
Doapun kian lebat ku panjatkan, Nama - Nama Terbaik- Nya pun tak lupa dilantunkan.
Subhanalloh ini pengobat rindu yang ampuh.
Doa adalah untaian rindu, karena rindu ini datang dari kecintaan kita kepada-Nya.

Sabtu, 13 Desember 2014

Pintu masuk KASMARAN

Dicintai adalah dimana hati kita akan selalu merasa berbahagia,
bertambah kecintaan kepada-Nya, kala rasa sayang semakin tumbuh dan berkembang.

Mencintai adalah dimana yang dicinta menjadi lebih bersyukur pada-Nya atas kehadiran kita dalam hidupnya.
Maka hidup bersama dalam naungan - Nya adalah anugerah yang tak terhingga.

Merindukan adalah disaat hela nafat semakin mengingat-Nya,
maka tak berjumpa dengan-Nya dimalam hari, risaulah hati. 
Merindukan adalah kala hati berdzikir sebagai penyejuk jiwa,
maka meski kami terpisah rasa gundah didada terobati karena mengingat-Nya.

Dan Menikah adalah pintu masuk pertama untuk mencicipi kenikmatan - kenikmatan dalam KASMARAN,
bersama ia menjadi lebih menyenangkan,
menyenangkan hati menjadi berpahala,
saling bertatapan menjadi ibadah lain dari salah satu kewajiban sebagai hamba-Nya untuk ditunaikan,
bersentuhan takan menjadi haram bagi mereka,
berbincang lebih dekat menjadi keromantisan tersendiri bagi mereka,
bagi mereka yang menikmati kasmaran setelah menikah tahu benar apa arti mencinta dan dicinta,
melakukan segala sesuatu karena-Nya, membuat sepasang kekasih mendapatkan kebahagiaan berlipat ganda,
mereka yang menunaikannya tahu benar bahwa segala pemberiaan karena Alloh adalah suatu kebaikan yang menjadikan pahala, maka dari itu menjaga diri sebelum waktu menikah adalah keharusan yang WAJIB dipertahankan.

Alhamdulillah.....
25 Oktober 2014
01 Muharram 1436 H,

Rasa syukur berlipat ganda, alhamdulillah selepas Ijab Qobul dari calon pilihan-Nya telah syah menjadi pasangan hidup.

(Pic : Dari http://bundapuri.blogspot.com/2014/11/burung-kutilangku.html)


“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.”
(HR. Penyusun-penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai dan lihat Shahih At-Tirmidzi 1/316)
:bahterailmu.

Kamis, 13 November 2014

6 Perkara Penambah Kesadaran

Suatu hati Ibrahim bin Adham didatangi seorang lelaki, seraya berkata " Wahai Abu Ishak, aku seorang yang bersimbah dosa, banyak melakukan kezholiman. Berkenanlah kiranya tuan mengajariku hidup zuhud, agar Alloh menerangi jalan kehidupanku, dan melembutkan hatiku yang jauh dari kasih sayang ini. "

"Manakala dirimu dapat memegang teguh 6 perkara yang akan aku kemukana, tentu kamu mendapatkan keselamatan," jawab Ibrahim bin Adham.

"apa itu wahai Abu Ishak?" tanyanya.

Kemudian Ibrahin bin Adham menyampaikan 6 perkara tersebut :
1. Manakala dirimu akan melakukan maksiat, janganlah memakan rezeki Alloh.

"Diseluruh penjuru bumi, baik barat maupun di timur, di darat maupun di laut, kebun maupun di gunung, ada rezeki Alloh, terus dari mana aku makan?" tanya lelaki itu.

"Wahai saudaraku pantaskah kamu memakan rezeki Alloh, sedangkan dirimu melanggar peraturan-Nya?" jawab Ibrahin bin Adham.

"Tidak, demi Alloh. Kemudian apa yang keduanya?"

2. Manakala kamu bermaksiat kepada Alloh, jangan bertempat tinggal di negeri-Nya.

"Tuan Ibrahin demi Alloh yang kedua ini lebih berat. Bukankah bumi ini milik-Nya? Kalau demikian di manakah aku harus tinggal?" tanya lelaki itu kembali.

"Patutkan kamu makan rezeki Alloh dan bertempat tinggal di bumi-Nya, sedangkan dirimu melakukan maksiat kepada-Nya?" jawab Ibrahim bin Adham.

"Tidak pantas wahai tuan guru." Jawab lelaki itu kemudian.

3. Manakala dirimu hendak melakukan maksiat, jangan melupakan Alloh yang Mahamelihat! Jangalah beranggapan bahwa Dia lalai kepadamu!. 

"Tuan guru bagamana mungkin aku bisa melakukannya, padahal Alloh Mahamengetahui segala rahasia dan melihat setiap gerak hati nurani." ucap lelaki itu.

"Layakkah dirimu menikmati rezeki Alloh, bertempat tinggal dibumi-Nya dan maksia kepada-Nya,s edangkan Alloh melihat dan mengawasi perilakumu?"

"Tentu saja tidak, wahai tuan guru, terus apakah yang ke - 4?"

4. Manakala Malaikat Maut datang kepadamu hendak mencabut nyawa, katakanlah kepadanya, " Tunggu sebentar, aku akan bertaubat!."

"Tuan guru hal itu sangat mustahil. Dan permintaan  itu tidak bakal dikabulkanannya," sahut lelaki tersebut.

"Kalau dirimu sadar, bahwa tidak akan dapat menolak keinginan malaikat Maut, tentu dia akan datang kepadamu kapan saja. Barangkali sebelum dirimu melakukan taubat," tutur Ibrahim bin Adham.

"Benar apa yang tuan ucapkan. Terus yang kelima apa ?"

5. Manakala malaikat Mungkar dan Nangkir datang kepadamu, tantang dan lawanlah dengan segala kekuatan yang ada, jika dirimu mampu."

"Itu hal yang sangat mustahil lagi, wahai tuan guru."

6. Manakala kelak dirimu berada disisi Alloh dan Dia menyuruhmu masuk neraka, katakanlah, " Ya Alloh, aku tidak bersedia masuk ke dalamnya!" Tegas Ibrahim bin Adham terahir.

"Wahai tuan guru, keenam perkara itu sangat berat. Cukup, aku telah sadar dan mengerti," jawab lelaki itu puas.

Lelaki itupun segera meninggalkan Ibrahim bin Adham dengan hati lega, ia merasa telah menambah kesadaran dalam hatinya.



Insya Alloh jika kita berniat memperoleh pelajaran dari sebuah peristiwa ataupun kishah, niscaya kita akna memperoleh perlajaran tentu yang menghantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik, Aamiin.

Kisah ini dikutip dair kumpulan buku "Kisah Penuh Hikmah" karyaIbnu Mahali Abdullah Umar//Ahmad Suhaimy.


"

Sabtu, 11 Oktober 2014

Pesan tak Sampai...

Ini adalah "Sepenggal dari yang belum disampaikan."
Menjadi kian terengkuh dalam, jika semakin dibiarkan ia bisa memecah pembuluh darah.
Apa yang menjadi persolan ?
Apa pula yang demikian sulit untuk disampaikan ?
Kemudian, bagaiamana dimengerti  bila ia sendiri tak mampu menggambarkan luasnya samudera dengan dalamnya lautan.
Akh!! Hanya seperti jeruji besi yang mengurung diri,
layaknya borgol yang menjerat hati.

Ia, bahkan tak sempat bertanya. "Bagaimana perasaan mu?"
Ohh bukan, bukan demikian ia justru tak sempat mendengarkan apa yang ingin ku sampaikan.