Aku sudah lama menunggu matahari itu terbit,
namun tetap saat ku buka mata ternyata gelap nampak di ahri ini,
lagi, lagi dan lagi tak henti - hentinya terus ku berdoa meminta mendpati matahari yang terbit kemudian ia terbenam dan aku ada sebagai saksinya.
Namun, lagi - lagi pula aku terlalu terlena dalam do'a hingga terbit maupun tenggelam aku jua tak mampu melihatnya.
Sempat aku mati, matahari itu.
Aku pekikan penginaan yang menusuk,
namun aku tak jua mendaptkan respon yang diharap.
Lagi - lagi, kekecewaan mengampiri dengan berjuta harapan bisa melihat mentari itu.
Ahh!! Apa yang salah padaku ?
Apakah Indonesia memang tak bermatahari?
Atau aku yang tak bisa menerima keberadaan diri,
kondisi dimana memang aku harusnya lebih bersyukur karena hanya tak dapat melihat saat mentari terbit dan terbenam.
Sementara masih ada orang yang kulitnya lantas memerah dan melepuh, karena tak boleh terkena sinar mentari.
Ya, akhirnya aku pahami diri.
Aku mulai terima kondisi yang memang tak bisa melihat keindahan Ciptaan-Nya,
namun begitu harus ku syukuri karena aku masih bisa merasakan hangatnya bias mentari.
Ikhlas itu sahabatnya hati, temannya sabar kendaraannya lisan, dan hidup orang ikhlas kan penuh dengan rasa syukur. Ikhlas Yuuukkkk Salam bahagia dan Inspirasi Mita ^_^
Minggu, 26 Januari 2014
Sabtu, 25 Januari 2014
Hanya ingin menulis
Dan saat semuanya hilang, tengoklah siapa dan apa yang tersisa dalam hidupmu, tidak meninggalkanmu, tetap menguatkanmu dan menemani dalam uzianmu. Itulah yang namanya KETULUSAN. ^^
Saya masih lebih bangga menjadi orang yg memiliki hati namun tak pandai membuat orang lain terluka, dibanding menjadi orang pandai yang tanpa hati melukai perasaan orang lain.
#Tenggangarasa
Tenggang rasa itu sederhana, tidak mempersulit kondisi temannya yang sudah sama sama sulit.
#Tenggangrasa
Saya masih lebih bangga menjadi orang yg memiliki hati namun tak pandai membuat orang lain terluka, dibanding menjadi orang pandai yang tanpa hati melukai perasaan orang lain.
#Tenggangarasa
Tenggang rasa itu sederhana, tidak mempersulit kondisi temannya yang sudah sama sama sulit.
#Tenggangrasa
Sabtu, 11 Januari 2014
Cerita Dia
Aku tahu, sungguh aku mengetahuinya.
Dari awal aku sudah mengetahui itu mau mu.
itulah sebabnya, aku memintamu untuk berkata jujur...
sementara itu, kamu terus berkelak,
kamu berkelit bahkan ironisnya berbakti kepada ibu dijadikan alibi tanpa hati.
Aku bukan ingin ikut campur dalam hidupmu,
kamu sendiri yang menarikku masuk kedalam kehidupanmu,
Manfaatkan aku sesuka hatimu, kau lakukan itu.
Perlu kau datangi aku, sudah tak menarik kamu lempar aku.
Sudahlah, tak perlu kamu mencari alibi untuk pembenaran diri.
Apakah kamu pikir, perbuatan baik dengan cara tak benar adalah tepat?
Sementara bersedekah dengan uang haram pun dilarang!
Iya, aku pahami keinginanmu.
Namun, tak pernah kau berkata jujur untuk apa yang telah terjadi.
Kamu tersenyum manis, sementara laku mu menusuk dari belakang.
Kamu sebut aku, kakak...
sementara prilaku mu mengatakan aku adalah musuhmu.
Kamu kata, suka dengan nasihatku..
maka tak henti - hentinya, meskipun libur aku menemanimu mengapus air matamu,
dibalik bayanganku kamu injak, kamu maki dan kamu teriakan dengan lantang bahwa aku sedang membuli.
Kamu tahu, aku bahkan menangkap basah dirimu membicarakan aku...
berkabar tak benar pada rekan - rekan perjuangan.
Apa aku memaki mu?
Tidak! Karena ku tahu, Alloh Mahamengetahui yang benar dan tidak.
Tak perlulah rasanya aku melabrak dan mengina mu, aku menjaga wajahmu yang sudah tak memiliki harga diri dihadapanku.
Kemudian, untuk hal itu...
Apa kamu bertanya tentang perasaanku?
Tidak!Karena aku sadri benar, yang kamu pedulikan hanya perasaanmu saja.
Kamu malah sibuk membicarakan tentang nasib buruk yang ternyata semua rekaanmu.
Ooh, betapa baiknya kamu menyusun skenario.
Seolah semua nampak indah dan baik,
tersusun begitu rapih,
seolah tersakiti begitu merintih,
padahal sedikitpun kamu tak pernah menuangkan hati saat berbagi bersama kami.
Ironis memang, tapi itulah arti persahabatan dimata mu.
Dibalut kata saudara, bersama saat ingin dan tinggalkan saat bosan mengampiri.
Dari awal aku sudah mengetahui itu mau mu.
itulah sebabnya, aku memintamu untuk berkata jujur...
sementara itu, kamu terus berkelak,
kamu berkelit bahkan ironisnya berbakti kepada ibu dijadikan alibi tanpa hati.
Aku bukan ingin ikut campur dalam hidupmu,
kamu sendiri yang menarikku masuk kedalam kehidupanmu,
Manfaatkan aku sesuka hatimu, kau lakukan itu.
Perlu kau datangi aku, sudah tak menarik kamu lempar aku.
Sudahlah, tak perlu kamu mencari alibi untuk pembenaran diri.
Apakah kamu pikir, perbuatan baik dengan cara tak benar adalah tepat?
Sementara bersedekah dengan uang haram pun dilarang!
Iya, aku pahami keinginanmu.
Namun, tak pernah kau berkata jujur untuk apa yang telah terjadi.
Kamu tersenyum manis, sementara laku mu menusuk dari belakang.
Kamu sebut aku, kakak...
sementara prilaku mu mengatakan aku adalah musuhmu.
Kamu kata, suka dengan nasihatku..
maka tak henti - hentinya, meskipun libur aku menemanimu mengapus air matamu,
dibalik bayanganku kamu injak, kamu maki dan kamu teriakan dengan lantang bahwa aku sedang membuli.
Kamu tahu, aku bahkan menangkap basah dirimu membicarakan aku...
berkabar tak benar pada rekan - rekan perjuangan.
Apa aku memaki mu?
Tidak! Karena ku tahu, Alloh Mahamengetahui yang benar dan tidak.
Tak perlulah rasanya aku melabrak dan mengina mu, aku menjaga wajahmu yang sudah tak memiliki harga diri dihadapanku.
Kemudian, untuk hal itu...
Apa kamu bertanya tentang perasaanku?
Tidak!Karena aku sadri benar, yang kamu pedulikan hanya perasaanmu saja.
Kamu malah sibuk membicarakan tentang nasib buruk yang ternyata semua rekaanmu.
Ooh, betapa baiknya kamu menyusun skenario.
Seolah semua nampak indah dan baik,
tersusun begitu rapih,
seolah tersakiti begitu merintih,
padahal sedikitpun kamu tak pernah menuangkan hati saat berbagi bersama kami.
Ironis memang, tapi itulah arti persahabatan dimata mu.
Dibalut kata saudara, bersama saat ingin dan tinggalkan saat bosan mengampiri.
Senin, 30 Desember 2013
Saat kau hadir!!
Aku masih bisa merasakan jantungku berdegug,
saat aku berlari debarannya kian memuncak,
namun saat kau disini, debarannya seolah berhenti,
sesaat aku merasa ruangan itu menjadi begitu pengap,
sulit bagiku bernafas,
perlahan keringat dingin menyantuh jemari ku,
perasaan ku semakin tak menentu, bercampur aduk.
Aku teriakan "jangan kau mendakat",
Ehh! Kau malah acuh saja,
kian hari kian nampak,
perlahan namun pasti kau sentuh dengan lembut aku, ya itu pada mulanya.!
Karena semakin hari, setelah saling menyatu, aku malah kuwalahan mengadapinya.
Tidurku tak tenang,
memoriku perlahan mulai tercuri,
mataku mulai memerah.
suaraku mulai semakin lirih,
kaki pun tak sekokoh saat menompang badan waktu ku berlari,
Ahh! Kau begitu curang merampas itu semua dari ku,
Tolong, kembalikan ragaku yang sudah kau singgahi,
kembalikan nafasku yang kau pinjami utk membuatku begini,
kembalikan pula tenangaku saat berlari,
dan setelah itu lepaskanlah aku, agar ku mampu kembali mengukir prestasi.
Ohh!! Kau Sakit yang kian hari menggerogi diri.
Pergilah kau dengan semua luka hati.
Hanya sesaat ku izinkan kau mampir disini,
itu pun takan menjadi sia - sia, karena ku sempat belajar tentang damainya sehat yang dimiliki diri dan hati.
Hei, kau yang sempat mencuri semangatku,
lepas kau pergi kembalikan semangatku lebih dari apa yang telah kau ambil.
Aku sudah puas dengan semua rasa itu,
takan lagi ku inginkan dirimu hadir, meski kau menawarainya
dengan gratis!!
saat aku berlari debarannya kian memuncak,
namun saat kau disini, debarannya seolah berhenti,
sesaat aku merasa ruangan itu menjadi begitu pengap,
sulit bagiku bernafas,
perlahan keringat dingin menyantuh jemari ku,
perasaan ku semakin tak menentu, bercampur aduk.
Aku teriakan "jangan kau mendakat",
Ehh! Kau malah acuh saja,
kian hari kian nampak,
perlahan namun pasti kau sentuh dengan lembut aku, ya itu pada mulanya.!
Karena semakin hari, setelah saling menyatu, aku malah kuwalahan mengadapinya.
Tidurku tak tenang,
memoriku perlahan mulai tercuri,
mataku mulai memerah.
suaraku mulai semakin lirih,
kaki pun tak sekokoh saat menompang badan waktu ku berlari,
Ahh! Kau begitu curang merampas itu semua dari ku,
Tolong, kembalikan ragaku yang sudah kau singgahi,
kembalikan nafasku yang kau pinjami utk membuatku begini,
kembalikan pula tenangaku saat berlari,
dan setelah itu lepaskanlah aku, agar ku mampu kembali mengukir prestasi.
Ohh!! Kau Sakit yang kian hari menggerogi diri.
Pergilah kau dengan semua luka hati.
Hanya sesaat ku izinkan kau mampir disini,
itu pun takan menjadi sia - sia, karena ku sempat belajar tentang damainya sehat yang dimiliki diri dan hati.
Hei, kau yang sempat mencuri semangatku,
lepas kau pergi kembalikan semangatku lebih dari apa yang telah kau ambil.
Aku sudah puas dengan semua rasa itu,
takan lagi ku inginkan dirimu hadir, meski kau menawarainya
dengan gratis!!
Jumat, 27 Desember 2013
Berbagi Ilmu dalam kesederhaan dan kebersamaan
Alhamdulillah Mini Kopdar hari Selasa, 24 Desember 2013, di Jalan Bratayuda Kedai baso M Imu - Garut, telah mempertemukan berbagai karakter yang menarik, dianataranya hadir Mas Fadli yg berbagi ilmu tentang Stres Analysis, bertemu juga dengan Pak Tepong yang telah lalang melintang mengibur anak - anak dengan atraksi sulap dan badutnya, dedikasi yang luar biasa telah ia jajaki dari tahun '68. Hadir pula Kang Guntur seorang Metafisika, datang dari Bandung meluangkan waktu dan hadir sebagai peserta lebih awal dari Panitia itu sendiri (seneng lihat semangatnya), Oh Ya hadir pula Magician yang unjuk kebolehannya, kalau soal Hypnosis jangan ditanya tentu juga hadir dong. Hehehehe...
Dalam acara tersebut, kami juga saling bertukar pengalaman dan kami juga diberikan kesempatan oleh Mas fadli untuk mencoba langsung Alat canggih guna menganalisa tingkat stress kita, wahhh menarik sekali tentu kesempatan seperti ini tidak akan kami lewatkan khususnya saya pribadi, xixixixixix :D (Trima kasih yaa Mas Fadli, secara kalau menyegaja kan kena tarif,hehehe :).
Tidak sampai disana, Mas Fadli juga menyempatkan diri mempraktekan Ilmu ngeMat itu seperti apa ? Dan hasilnya Wooowww, kita semua kasih jempol ^^
Oh ya keseimpulan singkat mengenai Stress Analysis yang disampaikan oleh Mas Fadli, salah satunya dapat membantu seseorang mengenali tingkat stress dan usia ekonomis serta biologis yang dianalysis tersebut. Hal ini bermanfaat sekali untuk membantu kita dalam mengotrol emosi dan menjaga pola hidup yang baik agar tetap sehat. Sahabat tertarik dan ingin tahu lebih lanjut silakan hubungin langsung mas Fadli yaa, hehehehe. Coment / kirim pesan untuk mendapatkan alamat dan no hp Master Ngemat Mr. Fadli Nur Haq.
Ilmu itu akan kembali pada si pemiliknya, jika ia gunakan untuk hal baik maka itu lah yang akan diperoleh nya, namun jika ia tidak bertanggung jawab terhadap ilmu yang dimilikinya, maka sudah pasti ia akan menjadi racun bagi si pemiliknya. Ingatlah bahwa setiap apapun y ang kita lakuakn termasuk yang ebrhubungan dengan menuntut ilmu itu akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelas, so baik - baik ya sama si ilmu ini dan jangan lupa imbangi dengan pemahaman agama pula yaa...
Rasulullah saw menandaskan bahwa menuntut, memahami dan mendalami ilmu agama Islam itu, merupakan kewajiban utama setiap muslim. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abi Sufyan r.a., ia mendengar Rasulullah Saw telah bersabda : “siapa yang dikehendaki menjadi orang baik oleh Allah, Allah akan memberikan kepahaman kepadanya dalam agama Islam”. (H.R. Bukhari, Muslim).
NB : Terima kasih utk semuanya, Trima kasih utk Mang ted yang telah loral berbagi konsumsi xixixiix di M Imu Bratayuda, untuk Kang maulana, Kang Guntur, Mas Fadly bersta Istri dan Anak, Pak tepong, Kang Lukman, Bang Frans juga yang turut serta memboyong anak Dragon Fire. Sukses dan berbahagialah ^_^
| (Sedang beraksi menunjukan kebolehannya bermain apa ya, lupa lagi,xixixix :D) |
| (ini tadi logam 500 ukruan kecil, jadi gedong buangdeddd) |
Dalam acara tersebut, kami juga saling bertukar pengalaman dan kami juga diberikan kesempatan oleh Mas fadli untuk mencoba langsung Alat canggih guna menganalisa tingkat stress kita, wahhh menarik sekali tentu kesempatan seperti ini tidak akan kami lewatkan khususnya saya pribadi, xixixixixix :D (Trima kasih yaa Mas Fadli, secara kalau menyegaja kan kena tarif,hehehe :).
| (Peserta Mini Kopdar, memperhatikan Mr Fadly berbagi materi ttg Stress Analysis) |
Tidak sampai disana, Mas Fadli juga menyempatkan diri mempraktekan Ilmu ngeMat itu seperti apa ? Dan hasilnya Wooowww, kita semua kasih jempol ^^
| (Stress Analysis Mr Maulana with Mr Fadly) |
| (Yang Pakai Topi samping mas Fadli adalah Pak Tepong) |
Ilmu itu akan kembali pada si pemiliknya, jika ia gunakan untuk hal baik maka itu lah yang akan diperoleh nya, namun jika ia tidak bertanggung jawab terhadap ilmu yang dimilikinya, maka sudah pasti ia akan menjadi racun bagi si pemiliknya. Ingatlah bahwa setiap apapun y ang kita lakuakn termasuk yang ebrhubungan dengan menuntut ilmu itu akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelas, so baik - baik ya sama si ilmu ini dan jangan lupa imbangi dengan pemahaman agama pula yaa...
Rasulullah saw menandaskan bahwa menuntut, memahami dan mendalami ilmu agama Islam itu, merupakan kewajiban utama setiap muslim. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abi Sufyan r.a., ia mendengar Rasulullah Saw telah bersabda : “siapa yang dikehendaki menjadi orang baik oleh Allah, Allah akan memberikan kepahaman kepadanya dalam agama Islam”. (H.R. Bukhari, Muslim).
| (Selesai acara kami sempatkan photo bersama - Miss Mita) |
Salam bahagia ^^
Allah SWT dan Rasul-Nya telah pula menentukan pedoman bagi kita hingga akhir zaman, barangsiapa yang berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah (Hadis) Sahih, tidak akan sesat selamanya. Sebagaimana firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rosul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya “. (Q.S. An Nisa [4] : 59). Dan hadits Nabi Saw. “ …Sesungguhnya aku telah meninggalkan sesuatu bagimu, jikalau kamu berpegang teguh dengannya, maka kamu tidak akan sesat selamanya, (yaitu) Kitab Allah (Al Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya”. (H.R. Hakim; at-Targhib, 1 : 60).
NB : Terima kasih utk semuanya, Trima kasih utk Mang ted yang telah loral berbagi konsumsi xixixiix di M Imu Bratayuda, untuk Kang maulana, Kang Guntur, Mas Fadly bersta Istri dan Anak, Pak tepong, Kang Lukman, Bang Frans juga yang turut serta memboyong anak Dragon Fire. Sukses dan berbahagialah ^_^
Kamis, 19 Desember 2013
Kamu!!!
Kamu memperhatikanku lebih dari seharusnya,
mungkin untuk sebagian wanita, ini akan membuatnya senang,
Aku. Bagaimana dengan ku?
Tidak, aku tidak begitu!
Aku kehilangan kenyamanan saat kamu mengunjungiku,
Aku tak suka saat kamu menatapku,
Hatiku bahkan memerontak, ingin menenggelamkan segala khayalmu,
Imajinasimu terlalu melambung,
sementara aku sederahana saja,
mimpimu adalah bagaikan harapan yang terbungkus selimut,
sedang aku tak pernah bermimpi tentang apapun jua.
Perlahan dan pasti, kamu menuntutku dengan segala inginmu....
sementara kamu sendiri tak tahu, bahwa aku tak inginkan itu.
Hai, adam bermata tajam,
aku tak suka cara mu menatapku,
tak memiliki kebangaan akan segala pujianmu,
pikiran mu kotor dipenuhi segala keinginana dunia,
sementara keramahanku adalah apresiasi yang kamu salah artikan,
berhentilah, karena memaksakan keinginan diri pada orang lain adalah sesuatu yang tidak benar!
mungkin untuk sebagian wanita, ini akan membuatnya senang,
Aku. Bagaimana dengan ku?
Tidak, aku tidak begitu!
Aku kehilangan kenyamanan saat kamu mengunjungiku,
Aku tak suka saat kamu menatapku,
Hatiku bahkan memerontak, ingin menenggelamkan segala khayalmu,
Imajinasimu terlalu melambung,
sementara aku sederahana saja,
mimpimu adalah bagaikan harapan yang terbungkus selimut,
sedang aku tak pernah bermimpi tentang apapun jua.
Perlahan dan pasti, kamu menuntutku dengan segala inginmu....
sementara kamu sendiri tak tahu, bahwa aku tak inginkan itu.
Hai, adam bermata tajam,
aku tak suka cara mu menatapku,
tak memiliki kebangaan akan segala pujianmu,
pikiran mu kotor dipenuhi segala keinginana dunia,
sementara keramahanku adalah apresiasi yang kamu salah artikan,
berhentilah, karena memaksakan keinginan diri pada orang lain adalah sesuatu yang tidak benar!
Rabu, 18 Desember 2013
Terjawabnya Doa
Hai kawan, berhentilah mencibir nasihat baik...
coba sederhanakan pikiran mu yang terlalu melambung tinggi,
bercita -cita tinggi itu baik, namun menjadi tidak baik dengan cara yang tidak benar,
sesekali coba rasakan hati mu yang berdegug kencang disaat kamu berbicara,
kata demi kata yang kamu kelola dengan begitu apik, adalah petanda hati tak menyukainya,
Sayang itu kamu lawan, bahkan kamu tentang dengan alibi yang kau buat untuk membenarkan hal yang salah.
Masih ku ingat dengan jelas,
saat itu air mata menjadi senjata dalam cerita,
saat doa mengurai kamu malah tersenyum seolah tak percaya,
kamu terlihat begitu ambisius,
sementara aku merasa pilu karena tak mampu mengentikan langkahmu yang terlampau jauh,
kamu melebihi batas, menguji kesabaran tapi aku tetap tersenyum menatap hangat dengan separuh harapan.
Kawan, yang katanya mencintai...
bukan sekali ini saja ku dapati kamu berselorok dibelakangku,
bukan pertama pula ku dapati kamu mencibir dengan apa yang aku lakukan untuk mu,
biarlah Allohmahamelihat, sesering apapun kamu mencoba menjatuhkan ku,
seiring waktu pun aku tumbuh semakin kuat. Kamu tahu ?
Do'aku tak pernah muluk,
Aku meminta untuk menjadi baik,
dan bertemu dengan teman yang baik,
bila akhirnya kamu berlalu pergi,
bukan aku yang mengusirmu pergi,
namun kamu tahu benar bahwa tempat mu bukan disini.
Alloh mahamengetahui,
karena kita meminta dengan penuh keyakinan,
maka inilah jawaban dari sebuah keyakinan.
coba sederhanakan pikiran mu yang terlalu melambung tinggi,
bercita -cita tinggi itu baik, namun menjadi tidak baik dengan cara yang tidak benar,
sesekali coba rasakan hati mu yang berdegug kencang disaat kamu berbicara,
kata demi kata yang kamu kelola dengan begitu apik, adalah petanda hati tak menyukainya,
Sayang itu kamu lawan, bahkan kamu tentang dengan alibi yang kau buat untuk membenarkan hal yang salah.
Masih ku ingat dengan jelas,
saat itu air mata menjadi senjata dalam cerita,
saat doa mengurai kamu malah tersenyum seolah tak percaya,
kamu terlihat begitu ambisius,
sementara aku merasa pilu karena tak mampu mengentikan langkahmu yang terlampau jauh,
kamu melebihi batas, menguji kesabaran tapi aku tetap tersenyum menatap hangat dengan separuh harapan.
Kawan, yang katanya mencintai...
bukan sekali ini saja ku dapati kamu berselorok dibelakangku,
bukan pertama pula ku dapati kamu mencibir dengan apa yang aku lakukan untuk mu,
biarlah Allohmahamelihat, sesering apapun kamu mencoba menjatuhkan ku,
seiring waktu pun aku tumbuh semakin kuat. Kamu tahu ?
Do'aku tak pernah muluk,
Aku meminta untuk menjadi baik,
dan bertemu dengan teman yang baik,
bila akhirnya kamu berlalu pergi,
bukan aku yang mengusirmu pergi,
namun kamu tahu benar bahwa tempat mu bukan disini.
Alloh mahamengetahui,
karena kita meminta dengan penuh keyakinan,
maka inilah jawaban dari sebuah keyakinan.
Langganan:
Postingan (Atom)